Data Warehouse Untuk Manajemen Perguruan Tinggi.
Persaingan untuk mendapatkan mahasiswa antar
perguruan tinggi tidak dapat dipelakkan lagi seiring dengan pertumbuhan
perguruan tinggi [1] yang semakin pesat dan setiap peguruan tinggi harus
memperlengkapi dirinya untuk dapat bertahan didalam persaingan yang pada
akhirnya perguruan tinggi yang tidak peka akan kalah bersaing dan menutup
usahanya. Di tangan yang handal dan tepat database sebagai teknologi
penyimpanan transaksi harian yang permanent akan dapat dirubah
menjadi sebuah senjata teknologi yang handal untuk menang didalam menghadapi
persaingan [2-3]. Tidak pada tempatnya lagi perguruan tinggi hanya mengejar
keuntungan semata-mata dengan mengabaikan teknologi yang seharusnya bisa
membantu proses bisnis didalam perguruan tinggi tersebut. Dimana biasanya
kekalahan didalam persaingan perguruan tinggi hanya bisa menyalahkan manajemen
tingkat atas yang tidak pernah diperlengkapi dengan teknologi dan hanya
mengandalkan hal yang bersifat tebak-tebak atau perkiraan saja. Tuntutan
masyarakat untuk transparansi pendidikan perguruan tinggi dapat terwujud dan
memudahkan Dirjen pendidikan tinggi memantau perguruan tinggi secara
transparansi [4].
Data yang ada pada perguruan
tinggi yang begitu besar dan banyak membutuhkan alokasi tempat penyimpanan akan
terbantu dan menjadi efisien dengan adanya data warehouse [5]. Dengan adanya
data warehouse menangkap seluruh data bisnis proses yang ada dari mulai yang
berhadapan dengan mahasiswa sebagai konsumen, proses pengajaran dan keseluruhan
sistem informasi yang ada dalam perguruan tinggi [6].
Tak pelak lagi sudah saatnya data warehouse
harus diimplementasikan pada perguruan tinggi dan sudah banyak yang
menerapkannya [7], bahkan data warehouse digunakan pada proses pembelajaran
sebagai proses utama didalam perguruan tinggi [8-10] bahkan lebih dari itu
mengarah ke Data mining [11]. Berbeda dengan penelitian pada [8-10]
dimana hanya terbatas pada pentingnya penerapan data warehouse pada sebuah
universitas, maka penulisan ini akan menekankan dengan nilai kuantitatif
sebagai pembuktian bahwa penggunaan data warehouse lebih handal dan efektif
dibandingkan database OLTP. Selain itu efisiensi pada bentukan hypercubes
akan dijelaskan pada masing-masing pembentukan hypercubes dengan
mengurangi tabel dimensi dan menyatukan dalam sebuah tabel dimensi sebagai
sebuah improvisasi untuk peningkatan kinerja query sewaktu mengakses
data warehouse.
Terima Kasih atas kunjungannya dan silahkan komentar....


Data Warehouse Untuk Manajemen Peguruan Tinggi (MID Semester)