10 April 2014

Cara Kerja Teknologi Touchscreen


Penjelasan tentang cara kerja teknologi touchscreen akan sangat berguna bagi anda yang masih awam dengan teknologi canggih ini. Mungkin anda masih banyak yang sering bertanya, kok bisa ya disentuh saja sudah bisa melakukan berbagai hal yang diinginkan pengguna. Banyak sekali alat atau barang berteknologi tinggi yang sudah menerapkan teknologi touchscreen ini. Misalnya saja, smartphone yang anda miliki, tablet komputer, konsole game, all in one acomputer dan lain sebagainya. Bahkan, anda tentu mengetahui bahwa teknologi ini sudah merambah juga ke bidang-bidang yang lain semisal sampai ke dalam bidang medis (kedokteran), anda juga bisa melihatnya di ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang juga sudah banyak menerapkan teknologi ini, bahkan sudah merambah pada bidang industri. Sungguh luar biasa sekali.
Penjelasan secara singkat mengenai touchscreen, mungkin kurang lebih begini : "perangkat atau tampilan visual yang dapat digunakan oleh penggunanya hanya dengan mengontrol melalui sebuah gerakan yang sangat sederhana (multi touch) dengan cara menyentuhkan jari / sentuhan jari". Teknologi touchscreen memang semakin lama semakin berkembang pesat. Para produsen sangat sadar bahwa teknologi ini memang sangat bisa diterima dan benar-benar menarik minat para konsumen / pengguna. Berbagai macam produk teknologi mulai disematkan dengan teknologi canggih ini. 
Terkait dengan cara kerja dari touchscreen, perlu anda ketahui dahulu mengenai beberapa komponen penting yang ada dalam teknologi touchscreen. Pada dasarnya ada 3 jenis komponen utama yang ada dalam touchscreen. Ketiganya adalah sebagai berikut ini :
1.      Touch sensor
Komponen pertama yaitu, touch sensor. Komponen ini, biasanya terletak pada bagian paling luar. Ini akan berguna sebagai penerima input perintah / sentuhan dari pengguna. Dan pada bagian yang disentuh, akan menimbulkan sebuah aliran listrik. Jadi, ketika anda menyentuh layar smartphone anda yang sudah touchscreen misalnya, maka area yang anda sentuh ini akan timbul aliran listrik, sehingga akan bisa memproses tahapan kerja selanjutnya dari teknologi touchscreen ini.
2.      Komponen kedua adalah Controller atau dalam bahasa indonesianya adalah pengontrol.
Komponen ini merupakan komponen yang sangat penting. Jadi, saat anda menyentuh layar touchscreen / touch sensor anda, maka akan ada aliran listrik yang timbul. Nah, controller inilah yang nantinya berfungsi sebagai penerima sinyal dari arus listrik yang muncul karena sentuhan tersebut. Untuk lebih jelasnya, Komponen controller adalah : sebuah perangkat yang berguna untuk memproses dan mengubah voltase sinyal arus listrik yang diperoleh / diterima dari touch sensor yang kemudian akan diteruskan atau dihubungkan ke processor atau perangkat lainnya. Jadi, jelas, bahwa controller memiliki fungsi yang sangat vital dalam teknologi touchscreen.
3.      Software driver
Tentu anda pernah mendengar bahkan mengenal mengenai istilah driver bukan? iya, driver merupakan sebuah perangkat lunak. Memiliki fungsi yang juga sangat vital sekali. Tanpa adanya driver yang terinstall, maka secanggih apapun teknologinya, maka tidak akan bisa bekerja dengan baik / bahkan tidak bisa bekerja sama sekali.
Nah, itulah 3 komponen yang pada akhirnya bisa memberikan gambaran singkat mengenai bagaimana proses kerja dari touchscreen. Nah, selanjutnya, ada beberapa jenis teknologi touchscreen yang bisa anda baca dibawah ini.
Ada 3 Jenis teknologi touchscreen :
1. Surface Wave touchscreen
2. Capacitive touchscreen
3. Resistive touchscreen

0 komentar:

Posting Komentar